Senin, 14 April 2014

Resep Simple: Rainbow Cake Kukus

Merasa tersulut akan kemampuan teman SMA yang jago bikin kue, saya menjadi semangat dan bertekad untuk mengasah kemampuan yang sama. Alhasil, saya pun 'menodong' teman saya itu untuk memberikan resep kue paling sederhana alias gak rempong tapi..tetep ueenak rasanya.

Berikut ini resep yang berhasil saya 'curi' dari temen yang katanya juga bisa dibuat jadi kue 'blackforest' dengan kreasi pilihan topping menurut selera.

Bahan:
8 butir telur
1 sdm emulsifier (merk di pasaran: SP atau Ovalet)
250 g gula pasir
250 g terigu
1/2 sdm vanili
20 g Maizena
20 g susu bubuk
300 ml minyak sayur
Pewarna RED BELL (bisa diganti dengan pewarna makanan merk Koepoe-koepoe, warna: MeOrKuHiBiU)

Cara Membuat:
1. Siapkan loyang, olesi dengan mentega, alasi kertas roti. Olesi lagi dengan mentega.
2. Kocok telur, gula, dan emulsifier hingga kental. Masukkan terigu, susu, maizena dan vanili, aduk rata.
3. Masukkan minyak sayur sedikit demi sedikit. Aduk balik hingga rata.
4. Bagi 6 bagian sama banyak, masing-masing diberi warna Merah, Kuning, Hijau, Biru, Orange, Ungu.
5. Kukus masing-masing selama 10 menit. Warna pertama masuk ungu setelah 10 menit masukan biru, dan seterusnya (catatan: saat memasukkan adonan selanjutnya jangan dikeluarkan dari kukusan, jadi masukan langsung ke loyang yang tetap dalam kukusan).
6. Setelah semua warna disusun dan adonan kue matang, keluarkan dari dalam kukusan. Potong sesuai selera dan sajikan.

Rencananya minggu ini saya akan mencoba resep pemberian dari temen saya ini. Do'akan semoga sukses ya..^_^
Tenang..hasilnya akan saya posting ditulisan saya berikutnya. Be patient ya..

LIHAT JUGA
Cara membuat Topping dengan WHIPCREAM ^_^

Kamis, 18 Juli 2013

Puasa Berkah, Aktivitas Lancar

Bulan Ramadhan yang dinanti umat muslim seluruh dunia telah tiba. Kewajiban utama seorang muslim pada bulan Ramadhan adalah menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.




Gimana ya caranya agar tetap bugar selama berpuasa? Secara, kalau tubuh lemes tak bersemangat sedangkan kerjaan yang harus dilakukan di rumah, di sekolah, di kampus, atau di kantor segudang LUAR BIASA menumpuk. Kapan kelarnya?? Bisa-bisa semaput duluan atau yang paling sering dinyap-nyap deh sama orang rumah, guru, dosen, atau atasan. Dan yang paling parah akibatnya adalah......rumah kayak kapal pecah, dapet nilai jelek, terancam di-DO, dan yang paling PAHIT adalah terancam nggak dapat THR gara-gara produktivitas kerja menurun.

Aaaaaarrggghhhhh.....!!!




Apa aja sih persiapannya biar Puasa Berkah, Aktivitas Jalan Terus...Let’s Check This Out!

Terdapat dua waktu penting untuk menyuplai energi di bulan Ramadhan, yaitu saat SAHUR dan BERBUKA. Mengapa demikian?

Saat Sahur
Pilihlah makanan yang lebih BANYAK mengandung SERAT (beras merah, sayur dan buah, serealia) dan SEDIKIT GULA SEDERHANA (teh manis, kopi, sirup, minuman bersoda). Serat lebih lama dicerna sehingga energi yang diperlukan oleh tubuh dapat disuplai dari serat tersebut, sedangkan gula sederhana lebih cepat dicerna sehingga energi tubuh lebih cepat terpakai.

Saat Berbuka
Berbeda dengan sahur, makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka adalah BANYAK mengandung GULA SEDERHANA dan SEDIKIT SERAT. Semua kriteria tersebut terdapat pada kurma.

Perbanyak makan sayur dan buah ya di kedua waktu penting itu. Manfaatnya agar tubuh tetap segar dan bugar. Jadi setiap orang yang melihat kita juga ikutan fresh.

Terakhir, jangan lupa untuk berolahraga. Puasa-puasa olahraga??Tambah lemes dong??Tenang...ada tips cerdasnya kok J



Beberapa ahli menyarankan, waktu olahraga yang baik saat puasa adalah sore hari menjelang berbuka. Sehingga kelelahan saat berolahraga dapat diatasi saat berbuka nanti. Atau bisa juga saat pagi hari setelah sahur atau sholat subuh. Nggak perlu khawatir dehidrasi, karena mataharinya masih malu-malu untuk muncul.

Kesimpulannya kalau kita ingin tetap bugar saat berpuasa adalah makan dan minum sesuatu yang baik dengan jumlah yang baik dan pada waktu yang baik pula. Olahraga teratur dan istirahat yang cukup sebagai tambahan suplemen selama berpuasa.

Puasa BERKAH
Aktivitas LANCAR
THR tetap MELIMPAH (lumayan buat beli produk-produk di LAZADA sama daging rendang..he) ^_^

   


Senin, 29 April 2013

Cantik, Sehat dan Bugar Alami ala Orang Sunda

Menjadi wanita cantik dan sehat adalah dambaan setiap wanita, khususnya cantik secara lahiriah. Banyak wanita yang rela berkorban secara fisik dan materi hanya untuk mendapatkan kesempurnaan dalam berpenampilan. Tidak sedikit dari mereka pula yang menjadi korban dan akhirnya gagal memiliki fisik sempurna. Ujung-ujungnya justru kerusakan hingga tahap permanen pada penampilan yang tadinya ingin mereka ubah menjadi bentuk yang menarik.

Sebenarnya kecantikan yang sempurna dapat dimiliki oleh setiap wanita. Buktinya masih banyak wanita yang  cantik alami tanpa harus repot-repot melakukan perawatan yang luar biasa menguras tenaga, pikiran, dan tentunya material.

Kecantikan dan kesehatan yang luar biasa sempurna itu bisa didapatkan dengan cara yang efektif serta efisien. Cukup dengan menjaga pola makan dan gaya hidup karena ada 3 hal yang perlu diingat dalam benak kita, yaitu 

"You are What You Eat, 
You are What You Think, and 
You are What You Do"


Yuk, mari kita coba bahas mulai dari pola makan. Berikut ini ulasannya.

Makanan yang kita makan terdiri atas 3 zat gizi utama, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiga zat gizi tersebut menyumbangkan energi paling banyak dalam komposisi makanan yang kita makan seharinya. Kontribusi energi dalam makanan yang berasal dari karbohidrat dan protein sebesar 4 kalori tiap 1 gram. Lain halnya dengan karbohidrat dan protein, lemak menyumbangkan energi paling besar yaitu sebesar 9 kalori tiap 1 gram makanan. Sisanya zat gizi yang kita peroleh dari makanan berupa vitamin, mineral, dan air.

Umumnya, tiga zat gizi yang terakhir disebutkan sering diabaikan bahkan mungkin dilupakan untuk dikonsumsi dalam porsi yang memadai. Akibatnya, banyak dari kita yang sering atau mudah terkena infeksi/penyakit karena bakteri ataupun virus. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, vitamin, mineral, dan air sangat penting dipenuhi untuk menjaga homoestatis (keseimbangan) tubuh. Selain itu,  zat gizi tersebut sangat berperan dalam menangkal radikal bebas, pergantian sel-sel kulit yang telah mati, kesehatan reproduksi, dan ada juga yang ikut aktif dalam proses kerja otot. Lalu bagaimana kita bisa memperoleh vitamin, mineral, dan air dalam jumlah yang cukup?


Sayur dan buah merupakan makanan yang kaya akan zat gizi mikro, seperti vitamin, mineral, air, dan serat. Pastinya kita cukup mengenal karakter orang Sunda yang cukup akrab dalam mengonsumsi sayur dan buah. Biasanya sayur atau buah yang mereka konsumsi masih dalam kondisi mentah dan lebih dikenal dengan nama "lalapan". Sehingga ada anggapan lucu, kalau misalnya orang Sunda dilepas di kebun sayuran atau tersesat di kebun sayuran dan buah, mereka akan tetap hidup karena memakan sayuran atau buah yang ada di kebun tersebut.

Jika kita amati wanita-wanita Sunda, mereka memiliki kulit yang terbilang mulus luar biasa. Selain itu mereka terlihat awet muda dan cantik alami. Saya pun jadi teringat sama teman satu kantor. Teman saya itu adalah wanita keturunan Sunda asli. Setiap hari dia tidak pernah ketinggalan mengonsumsi buah. Apapun buahnya dia lahap dengan nikmatnya. Sebagai hasil dari pola hidupnya yang senantiasa mengonsumsi buah, teman saya itu memiliki kulit cantik khas alami wanita Sunda yang membuat iri wanita yang lain.

Konsumsi sayur dan buah tidak ada batasannya, oleh karena itu sangat baik dijadikan makanan cemilan. Mulai sekarang jauhkan segala macam makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang sangat tinggi. Segera penuhi lemari pendingin kita dengan sayur dan buah. Saat ini banyak sekali kreasi makanan yang bahan utamanya berasal dari sayur dan buah. Jadi kita tidak merasa bosan dengan menu sayur dan buah yang monoton.

Selanjutnya, jika kecantikan dan kesehatan lahiriah sudah dipenuhi, maka yang perlu dilakukan adalah memperhatikan kebugaran. Kebugaran diperoleh dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Sebaiknya dalam 1 minggu intensitas olahraga minimal dilakukan sebanyak 3 kali dengan durasi masing-masing 30-60 menit. Bagi yang ingin melakukan aktivitas fisik di dalam ruangan, berikut ini beberapa rekomendasi peralatan yang dapat dijadikan pilihan olahraga yang efektif dan efisien.

Saat melakukan aktivitas fisik biasanya tubuh akan mengalami kekurangan cairan karena produksi keringat yang tinggi. Untuk mengembalikan cairan tubuh, dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral. Dalam aktivitas sehari-hari, konsumsi air tidak hanya berasal dari air yang kita minum namun juga dapat berasal dari sayur dan buah. Sehingga ada keterkaitannya antara konsumsi sayur dan buah dengan pemenuhan kebutuhan tubuh akan air. Sebagian besar para ahli memberikan anjuran untuk mengonsumsi minimal 8 gelas air tiap harinya. Maksud 8 gelas air tiap hari bukan berarti kita minum air dari 8 gelas. Namun, 8 gelas air tersebut dapat diperoleh dari konsumsi sayur dan buah.


Demikianlah tips untuk menuju cantik, sehat dan bugar secara alami. Belum lengkap rasanya jika tips-tips kecantikan dan kesehatan di atas tanpa "senjata perang". Apa saja sih "senjata perang" itu dan bagaimana cara memperolehnya? silakan klik link berikut:

http://www.lazada.co.id/inspirasi-kartini/
atau
http://www.lazada.co.id/beli-Alat-Kesehatan-Kecantikan/

Terakhir, perbanyak berpikir positif dan tebarkan senyum untuk semua orang sebagai polesan sejati diri kita. Segera kita lakukan mulai dari diri sendiri dan saat ini juga. Mudah kan??

Selasa, 02 April 2013

Pilih yang Mana?: Antara Android dan BB


Demam smartphone  sedang melanda masyarakat Indonesia. Tanpa kecuali teman-teman saya di kantor. Berbagai merk ponsel smartphone bertebaran di tangan-tangan mereka, begitu juga dengan siswa-siswa yang saya ajarkan. Berbagai jejaring sosial dan permainan online dapat mereka nikmati kapan dan di mana saja. Sampai-sampai ada seorang teman yang juga berprofesi sebagai guru, ponselnya menjadi langganan para siswa untuk giliran bermain “game”.

Lain teman, lain juga cerita. Sebagian besar guru dan siswa sering sekali sibuk dengan “ponsel pintar”-nya. Sibuk chatting, membalas pesan, jualan online, membalas komen, facebook-an, berkicau melalui ponsel, dan masih banyak lagi aktivitas yang dilakukan mereka. Tak jarang ekspresi sedih, senang, serius, galau, narsis, dan lainnya bermuculan di muka mereka. Seolah-olah mereka punya dunianya sendiri alias “autis”(hi..serem ya?!).



 Or 


Saya pun mengalami efek dari demam smartphone. Ketika bertemu atau chatting dengan teman lama, ujung-ujungnya mereka menanyakan pin BB. Atau saat saya mencoba bisnis online, orang-orang yang tertarik dengan produk saya meminta pin BB. Sementara itu, saya tertarik dengan ponsel android yang menyajikan dan menawarkan berbagai aplikasi canggih, mulai dari editing foto, download berbagai “game” seru, pilihan sos-med yang bervariasi, dan masih banyak lagi keunggulan ponsel android.

Saya berada di ruang dilema: “Pilih yang mana? Android atau BB?”

Hobi saya memang senang mencari produk-produk online. Selain untuk diri saya sendiri yang sibuk di kantor sehingga tidak sempat hunting produk di luar, hobi saya itu juga untuk mendukung bisnis online yang sedang saya geluti. Sampai saya menemukan sebuah toko online yang menjual berbagai produk mulai dari fashion sampai gadget. Toko online tersebut membuat saya tertarik untuk menyusuri produk-produk gadget. Betapa amazing-nya saya saat melihat produk dan harga yang ditawarkan membuat saya ingin memborong belanjaan. Apalagi toko online itu sedang berulang tahun yang pertama, banyak sekali diskon dan promo yang ditawarkan, hingga -64%. “Wow...I like it!”

“Super sekali!” seperti kata Mario Teguh, saya menilai tampilan website toko online tersebut. Akhirnya pilihan saya jatuh pada sebuah ponsel android yang aplikasi dan harganya cocok dengan kebutuhan saya. Dengan cara order yang mudah, ditambah penjelasan produk yang lengkap dan jelas serta jaminan keamanan yang sudah terstandarisasi membuat saya yakin dan percaya untuk belanja gadget online di toko tersebut. Gak percaya?? yuk ikuti jejak saya, check link berikut ini ya..dijamin pasti gak nyesel deh..^_^



Sabtu, 02 Juni 2012

Berinvestasi Melalui Perlindungan Jiwa dan Kesehatan

Globalisasi membawa peradaban manusia ke kehidupan yang semakin modern. Banyak masyarakat dunia yang kinui menyadari bahwa sektor keuangan menjadi sangat penting dan dapat mempengaruhi kehidupan mereka, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Meningkatnya pemahaman akan kepemilikan investasi dan proteksi (asuransi) menjadikan masyarakat semakin kritis untuk menyelamatkan pundi-pundi keuangan  keuangan mereka.
Sebagian orang mungkin ada yang belum memahami benar bagaimana investasi dan asuransi bekerja dalam mengamankan sumber keuangan mereka. Berbagai jenis penawaran mengenai produk perbankan sering kali membuat pilihan semakin sulit. Pilihan sulit itu dikarenakan banyaknya pertimbangan akan besarnya uang yang diperlukan untuk berinvestasi dan risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan produk tertentu dari sebuah lembaga keuangan seperti bank.

Bank yang mampu menjadi mitra dalam solusi perbankan merupakan pilihan ideal bagi mereka. Saat ini solusi perbankan untuk kebutuhan hidup yang diinginkan masyarakat meliputi rencana masa depan (biaya pernikahan, hunian ideal, kendaraan idaman, pendidikan anak, perjalanan ibadah), kemudahan transaksi, investasi untuk kesehatan dan perlindungan jiwa, mewujudkan gaya hidup impian, simpanan yang praktis dan mudah diambil sewaktu diperlukan, dan kantong-kantong keuangan tambahan. Bagaimana produk perbankan dapat menjadi solusi kebutuhan tersebut? Mari simak pemaparan berikut.

Bagi orang yang sadar akan pentingnya berinvestasi, informasi mengenai produk dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan investasi menjadi sangat penting khususnya bagi pemula seperti saya. Beberapa waktu terakhir ini saya menyadari bahwa melakukan investasi merupakan rencana jitu dalam menyelamatkan  keuangan pribadi. Saya pun melakukan pencarian sebanyak mungkin tentang layanan perbankan untuk berinvestasi yang sesuai dengan keinginan saya.

Performa layanan perbankan merupakan bagian atau syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebebasan finansial secara tepat guna. Mengapa? Kebebasan finansial yang dimaksud adalah kondisi dimana seseorang sudah tidak perlu bekerja lagi namun masih bisa tetap menerima penghasilan yang cukup untuk menghidupi  menghidupinya. Investasi menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan kondisi tersebut. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa banyak bank yang menawarkan produk untuk investasi dan proteksi. Kejelian dalam menentukan pilihan tersebut adalah kuncinya. Saya pikir BCA mempunyai produk dan pelayanan perbankan yang ideal bagi kita yang ingin memulai berinvestasi dan proteksi. 
Kesehatan dan keselamatan jiwa adalah faktor terpenting bagi manusia agar mampu bertahan hidup dan bekerja secara optimal. Tanpa badan dan jiwa yang sehat mustahil manusia menjadi produktif. Salah satu proteksi yang saya pikir harus didahulukan di atas segalanya adalah proteksi untuk kesehatan dan jiwa. Saya pun berencana akan segera menginvestasikan uang saya untuk hal tersebut melalui layanan Bank BCA. 

Apa alasan saya memilih BCA untuk berinvestasi? Pelayanan yang diberikan oleh Bank BCA dalam perlindungan jiwa dan kesehatan adalah bagian dari antisipasi yang bermanfaat. Biasanya perusahaan tempat kita bekerja akan memberikan asuransi kesehatan namun itu sifatnya hanya selama kita bekerja  di perusahaan itu. BCA menyediakan layanan perlindungan jiwa dan kesehatan yang sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, dan ini yang paling penting adalah mampu menyesuaikan dengan kondisi keuangan kita.

Tidak hanya itu, selain memberikan proteksi BCA juga memberikan layanan berinvestasi melalui perlindungan jiwa dan kesehatan. Jika kita memproteksikan diri pada Bank BCA maka terdapat banyak pilihan perlindungan, mulai dari perlindungan jiwa, kesehatan, hingga perlindungan yang dilengkapi investasi. Menyenangkan bukan? Kalau kata pepatah: "Sambil menyelam, minum air" atau "Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui".

Keuntungan akan semakin dirasakan jika kita melakukan proteksi mulai saat ini juga. Premi yang dibayarkan tidak akan membebani keuangan kita karena sekali lagi bahwa produk BCA memberikan perkiraan jumlah uang pertanggungan yang tidak memberatkan nasabahnya. Kita pun tidak akan kehilangan rasa aman dan nyaman dalam memproteksi diri. Menarik bukan? (Lihat selengkapnya di www.bca.co.id)

Bagi yang belum dapat menentukan pilihan tempat untuk mempercayakan keselamatan jiwa dan kesehatannya, jangan pernah berhenti untuk mencari referensi dan bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Teliti dan perhatikan reputasi perusahaan yang akan memberikan proteksi kita nantinya. Perusahaan dengan reputasi yang baik akan memberikan performa pelayanan yang baik pula. Sehingga manfaat dan kualitas yang diterima terasa menyenangkan. 

Nah..itulah cerita yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi pembacanya.  Selamat berinvestasi.



Minggu, 26 Februari 2012

Stand Up!

Emm...hampir punah rasa menulisku ini. Setelah lulus dari bangku kuliah, praktis kehidupan kampus perlahan aku tinggalkan. Ada kebahagiaan sekaligus kesedihan yang  dirasa. Bahagia karena telah berhasil menempuh masa kuliah hingga selesai dengan baik dan bisa berkumpul kembali dengan keluargaku di Bekasi. Sedih karena harus meninggalkan segala kenangan suka dan duka bersama teman-teman, dosen, dan segala yang pernah menjadi bagian dalam kehidupan perkuliahanku selama 4 tahun.

Dulu saat menyandang status mahasiswa, ingin rasanya masa kuliah itu terlampaui. Memakai baju toga, menjadi kebanggaan tersendiri yang selalu dinantikan. Tapi kenyataannya berbeda. Saat waktu itu tiba memang begitu indah, namun hanya sesaat kurasa. Setelahnya, masa-masa kuliah dulu bertumpuk-tumpuk makin tinggi kurindukan. Masa dimana seluruh aktivitas yang membuat aku capek setengah mati, pusing setengah pingsan ter-playback. Ingin sekali merasakan hal itu lagi.

Sempat terlintas, mungkin ga ya aku bisa kembali ke kampus dan melakukan aktivitas semasa dulu meskipun hanya sesaat...

Alhamdulillah kesempatan itu datang. ALLOH selalu sayang padaku dan memberikan aku kesempatan untuk merasakan euforia saat menjadi mahasiswa. Teman baikku,mengajakku untuk ikut seminar yang diselenggarakan oleh sebuah yayasan pendidikan di kampus. Yang menjadi daya tarik seminar itu, selain gratis juga menghadirkan pembicara yang TOP BGT. Empat pembicara yang super hebat dijadwalkan akan menyampaikan pengalaman dan petuahnya di hari itu.

Mengikuti seminar yang bertemakan "Pemuda dan Kepemimpinan" itu, memprovokasi jiwa mahasiswaku kembali. Pak Kemal (Anggota Komisi XI DPR RI) yang saat itu mendapat urutan pertama di sesi awal seminar berkesempatan untuk bercerita tentang pengalaman hidupnya serta berbagi tips mengenai keberhasilannya saat ini. Latar belakang pendidikannya nyaris sama dengan apa yang aku jalani. Beliau merupakan lulusan IPA saat SMA dulu. Namun ternyata, saat kuliah beliau menekuni bidang Psikologi hingga akhirnya menjadi Sarjana Psikologi. Lulus kuliah, beliau melanjutkan jenjang pendidikan untuk gelar Master di Bussiness Manager Boston. Setelah lulus S2, beliau memutuskan untuk terjun ke dunia politik bersama Pak Sohibul Iman, yang juga pada saat itu menjadi pembicara.

Sama halnya dengan Pak Kemal, Pak Iman (panggilan Pak Sohibul Iman), memiliki latar pendidikan yang berbeda-beda dalam perjalanannya. Sempat mengenyam pendidikan di IPB selama 3 semester, saat itu ada tawaran dari program beasiswanya Pak Habibie yang memberikan kesempatan sekolah ke Jepang bagi Putra terbaik Indonesia dan atas ajakan seorang teman Pak Iman mencoba peruntungan itu. alhasil, beliau berhasil lolos dan siap diberangkatkan ke Jepang, sedangkan teman yang mengajaknya justru tidak lolos program tersebut. Di Jepang beliau menyelesaikan hingga jenjang S3 hingga menyabet gelar M. Eng. Namun, karir yang beliau pilih adalah menjadi politisi hingga saat ini.

Cerita dua tokoh inspiratif di atas menyadarkan saya, bahwa meskipun kita berkarir di dunia yang berbeda dengan dunia pendidikan yang telah kita kenyam. Itu bukanlah masalah, karena apa?

Manusia itu perlu berkembang, dengan itu maka akan membuat wawasan dan pemikiran manusia semakin luas. Meskipun berbeda, fokus dan komitmen harus terus ditanamkan pada bidang baru yang ditempuh, karena itulah kunci suksesnya. Kembangkan sayap kita di jalur yang lain, baca detail celah lain itu yang bisa kita manfaatkan sesuai dengan kompetensi kita.

Jangan kuatir akan 'ketersesatan' kita itu. Karena kata Pak Kemal dan Pak Iman, orang yang bekerja sesaui dengan latar belakang pendidikannya itu masih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang melenceng dari jalur pendidikan mereka terdahulu. Biarlah orang-orang yang banyak itu yang bekerja di sektornya dan kita yang melenceng bekerja di sektor lainnya. Hidup ini terus berlanjut, biar melenceng lakukan perubahan dari saat ini juga.

Aaaahhh...lega rasanya mendapat pencerahan saat itu. Memang, kala itu ada pergolakan hati dan kesedihan yang merundung jiwaku. Namun, segera hilang setelah mendengar pemaparan dua orang yang super itu.

Pada sesi kedua, pembicara hebat lainnya dihadirkan. Kali ini mantan mentri kesehatan Ibu Siti Fadilah Supari. Melihat beliau secara langsung begitu berbeda dengan beliau saat di televisi. Beliau terlihat lebih muda namun lebih kurus. Aku berkesimpulan mungkin karena beliau begitu sibuk memikirkan negara, sampai-sampai beliau lupa memikirkan dirinya. Tapi bagiku beliau masih terlihat cantik.

Cara beliau berbicara benar-benar kharismatik. Inilah sosok yang memang pantas menjadi seorang menteri, tidak hanya pintar tapi cerdas, religius, dan humanis. Di sela-sela pemaparannya tidak sedikit beliau selalu mengaitkan urusan duniawi dengan Sang Pencipta, selalu menekankan untuk mengembalikan segala urusan pada yang Maha Pencipta. Terkadang beliau juga menyisipkan kalimat humoris yang membuat para peserta seminar tertawa.

Dari situlah aku mengenal sosok Siti Fadilah Supari sebagai sosok yang benar-benar berani dan frontal. Tidak pernah gentar akan gempuran yang datang dari berbagai arah. Beliau mengakui kekontroversialannya secara terang-terangan karena itulah dirinya. Siti Fadilah Supari, wanita tegar yang tidak pernah berubah meskipun kala itu kedudukannya sebagai mentri.

Saat itu aku bertekad untuk mengenalnya lebih jauh melalui buku yang beliau tulis. Aku pun memberanikan diri mengangkat tangan mengajukan pertanyaan. Alhamdulillah, ternyata ALLOH mengizinkan aku mengenal Ibu Fadilah lebih dekat, aku pun ditunjuk sebagai penanya terpilih dan berhak mendapatkan buku beliau secara gratis..Asyik kan :)

Sekarang buku itu sedang dibaca oleh temanku yang mengajakku untuk ikut ke seminar itu. Dengan senang hati aku meminjamkannya. Biarlah temanku itu yang 'merawani' buku Ibu Fadilah, sebagai ucapan terima kasihku karena telah mengajakku ke tempat yang luar biasa mampu mengisi baterai semangatku itu. Selamat mambaca ya, Sob!

Sebenarnya ada satu pembicara lagi yang super, Bapak Joko 'Jokowi' Widodo. Itu lho yang terkenal dengan mobil ESEMKA. Walikota Surakarta itu berhalangan hadir karena ada jadwal siaran langsung di salah satu stasiun TV swasta. Padahal Bapak Jokowi sudah menjadi idola temanku itu untuk hadir di seminat tersebut. Pupus deh harapan temenku untuk melihat langsung Pak Jokowi. Tapi ternyata dia senang tuh, karena kekagumannya udah beralih ke Ibu Fadilah..he

Akhirnya..tapi aku tak mau ini berakhir, aku bisa menulis lagi melalui cerita ini. Cerita yang ingin aku bagi ke semua orang karena di dalamnya berisi tentang ketersihiranku dengan para orang-orang hebat di atas hingga aku mampu kembali menarikan jari jemariku di atas notebook kesayanganku ini.

Terima kasih Ya ALLOH. Engkau telah mengirimkan mereka dalam mengembalikan semangat hidupku untuk terus memikirkan negara ini dan terus mengembangkan diri sampai ketidakberdayaanku nanti datang.

Bismillah aku mulai Jihadku ini.
Semoga menginspirasi ^^



Minggu, 11 Desember 2011

Amankah Konsumsi Teh yang Ditambah Gula atau Susu?

Siapa yang tidak kenal dengan minuman yang satu ini. Teh, minuman sejuta umat. Bisa dikonsumsi oleh siapa saja, tua muda, kaya miskin semuanya BISA. Ragam dan cara konsumsi teh saat ini juga sudah banyak, dari yang hangat sampai yang dingin. Tidak hanya sebagai munuman, teh juga dipercaya sebagai obat.

Namun, apa jadinya jika teh tanpa gula? rasanya pasti tawar. Bagi mereka yang memang suka konsumsi teh dengan gula tidak masalah. Hanya dalam hal banyaknya gula yang ditambahkan harus menjadi pertimbangan. Bagi yang mempunyai masalah dengan berat badan dan jantung serta insulin (diabetes), penggunaan gula harus dibatasi. Sebenarnya manfaat teh akan diperoleh secara optimal tanpa adanya penambahan pangan apa pun (gula atau susu). Namun ada sebagian orang yang kurang menyukai hal itu. 

Konsumsi gula sehari yang dianjurkan WHO sebanyak 12 sdt (48 gram) dalam diet 2200 kalori untuk kebutuhan normal. The American Heart Association merekomendasikan bahwa asupan tambahan gula seorang wanita tidak boleh lebih dari enam sendok teh sehari (100 kalori), untuk pria sembilan sendok teh (150 kalori) per hari. Gula bisa secara alami terkandung dalam makanan, terutama buah-buahan segar. Karena itu, sebenarnya Anda tidak memerlukan tambahan gula lagi. Gula yang Anda konsumsi akan dikonversi menjadi glukosa dalam darah, lalu memberikan Anda energi.

Jadi, konsumsi teh dengan tambahan gula harus memperhatikan ukuran yang telah dianjurkan agar kesehatan kita dapat terus terjaga. Sementara itu, penambahan susu pada minuman teh menurut hasil penelitian diketahui bahwa dapat menurunkan manfaat senyawa katekin yang berfungsi sebagai pencegah penyakit jantung. Senyawa katekin mampu memperbesar pembuluh darah sehingga aliran darah dalam tubuh berlangsung baik tanpa hambatan. Jika kemampuan katekin menurun akibat konsumsi susu bersama dengan teh, maka peluang untuk terserang penyakit jantung semakin besar. Hal ini yang membuktikan mengapa penduduk di Inggris yang konsumsi tehnya tinggi, angka penderita penyakit jantungnya juga tinggi. Karena sebagian besar konsumsi teh masyarakat Inggris ditambahkan dengan susu.

So, masih mau coba konsumsi teh+gula/susu? That's Your Choice.


Fighting Cancer: Anak yang Bertahan Hidup

Sesampai di rumah setelah sempat membakar kalori pagi tadi, rasa laparku tiba-tiba menyerang. Saat itu masih ada sisa lauk dan sayur kemarin sore. Tombol bertuliskan POWER pada remote kutekan, muncullah gambar program khas Minggu pagi. Ditemani dengan 2 potong kecil sambal goreng tahu dan sayur sop, aku melahap sarapan pagi sambil sesekali melihat ke arah TV dihadapanku. Lama, berkali-kali kutekan tombol mencari program yang menarik. Akhirnya ada satu program yang membuat berhenti menekan-nekan tombol remote.

Anak dengan kisaran umur 2-12 tahun telah divonis mengidap kanker stadium akhir. Terlihat kepala mereka yang tanpa rambut menggeleng-geleng ke sana kemari. Mereka tampak kelihatan sehat, namun dibalik keceriaan mereka tersembunyi sebuah penyakit yang bisa saja secara tiba-tiba merenggut kebahagiaan mereka. Maya Septha, menjadi malaikat bagi anak-anak itu. Meskipun ia tidak dapat memberikan kesembuhan bagi mereka, setidaknya Maya telah memberikan suatu kenangan yang bermakna bagi anak-anak tersebut. Kenangan yang mengajarkan mereka bahwa masih ada orang-orang yang sayang dan peduli kepada mereka. Yayasan Rumah Kita menjadi tempat harapan hidup bagi mereka. Tempat itu dibangun sebagai rumah singgah bagi  anak, para pengidap kanker yang berasal dari keluarga ekonomi ke bawah dan berdomisili di luar pulau Jawa.

Program tersebut ku ketahui belakangan berjudul "Dari Hati". Sebuah reality show yang menampilkan dedikasi para artis ibu kota terhadap kelompok yang membutuhkan uluran tangan. Selama ini, program tersebut hanya aku lihat di iklan beberapa kali saat menonton program di stasiun TV yang sama. Air mata benar-benar tak dapat dibendung, mengalir bagaikan air sungai menuju lautan, deras penuh haru. Setiap periode tertentu anak para pengidap kanker tersebut harus menjalani kemoterapi, jadi tidak aneh lagi ketika kepala mereka habis, tidak berambut. 

Berbagai jenis dan stadium kanker ada pada diri anak-anak pilihan itu. Mulai dari kanker mata, ginjal, darah, ovarium, sampai kanker paru-paru. Bahkan di akhir program tersebut dituliskan catatan, seorang anak perempuan berumur 2,5 tahun pengidap kanker mata stadium akhir telah kehilangan kedua matanya sebelum program tersebut ditayangkan. Sangat miris bukan? Lantas, coba kita renungkan sejenak. Kadang kita merasa bete atau tidak puas terhadap sesuatu. Kesehatan, materi, pendidikan semua itu sering terluput untuk disyukuri. Aku bersyukur, Tuhan masih sayang denganku karena mengingatkanku melalui tayangan ini untuk mensyukuri apa yang ada. Mensyukuri bukan berarti apatis dengan sesama dan berempati saja tapi hendaknya dibarengi dengan tindakan yang nyata. Maya Septha pun berkata, "jika ingin menolong sesama, jangan tunggu sampai kaya dulu, menolong bia dalam berbagai bentuk. Menolong berarti memberi apa yang menjadi kelebihan dan kemampuan kita ke orang lain dengan baik. Sehingga nantinya akan bermanfaat bagi kita dan orang lain tersebut.

Air mataku terus saja meleleh di ruangan yang cukup teduh itu. Mungkinkah ini rasa empatiku pada mereka, rasa yang secara spontan hadir dan menyesakkan dadaku.

Tuhan...sekali lagi Engkau telah memberikanku pelajaran hidup yang luar biasa hikmahnya. Semoga diri ini mampu menjadi bagian yang bermanfaat bagi mereka, hamba pilihanmu.

Kamis, 24 November 2011

Mereka dalam Ceritaku (Saya dan HIV)


Meskipun dunia ini sudah langka dengan orang-orang yang peduli terhadap sesama, bagi segelintir orang masih tetap bertahan memperjuangkan kepedulian mereka untuk orang lain. Berbagai isu kemanusiaan makin marak dengan kemunculan tragedi kemanusiaan yang diberitakan media. Mulai dari kelaparan, kemiskinan, kesehatan, keamanan, pendidikan, sampai kesejahteraan menjadi masalah yang seolah tak berujung. Akses kesehatan misalnya, saat ini menjadi isu terhangat karena banyak masyarakat dunia yang belum mampu memperoleh haknya akan itu.

Kemunculan sebuah penyakit baru 52 tahun silam di Afrika yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya (baru-baru ini terdapat temuan mengenai obat penyakit tersebut), membuat para ahli kesehatan melakukan berbagai riset mengenai penyakit itu. Acquired Immunodeficiency Syndrome, lebih dikenal dengan AIDS merupakan penyakit yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positif T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Penyakit ini disebabkan oleh virus bernama Human Immunodeficiency Virus. Sehingga banyak yang menyebutnya sebagai HIV/AIDS. 

Namun menurut Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Indonesia menyebutkan bahwa istilah HIV digunakan bagi mereka yang belum mengalami tahap lanjut dan menimbulkan gejala-gejala untuk AIDS. Jadi, bila HIV tidak diobati maka akan menunjukkan tanda-tanda infeksi AIDS. Berdasarkan sejarah, masuknya HIV/AIDS ke Indonesia dimulai pada tahun 1987. Saat itu merupakan kasus pertama HIV di negara tersebut. Sudah hampir 25 tahun masyarakat Indonesia memerangi HIV/AIDS. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka mencegah dan menanggulangi serta memberikan edukasi tentang HIV/AIDS. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), menjadi pelopor sekaligus lembaga resmi pemerintah Indonesia yang menangani masalah penyakit tersebut.

Entah karena banyak dari masyarakat yang sadar akan pentingnya tindakan kemanusiaan atau hanya ingin mencapai kepentingan tertentu, lembaga-lembaga sosial hasil produk di luar pemerintahan (LSM) semakin menjamur. Namun, tak jarang dari lembaga-lembaga tersebut hanya kedok belaka tanpa semata bertujuan untuk menolong. Fenomena lainnya, banyak juga dari lembaga-lembaga sosial yang memang sudah terdaftar dan memiliki izin beroperasi tetapi dalam kondisi antara hidup dan mati. Suntikan dana yang minim membuat lembaga tersebut kurang mampu mengoptimalkan kinerjanya.   

Padahal dengan adanya lembaga ini mampu menjadi wadah bagi para pekerja sosial yang masih peduli terhadap kemanusiaan, khususnya peduli kepada penderita/Odha HIV/AIDS. Bagi saya sendiri, kerja sosial merupakan hasil akumulasi antara batin, jiwa dan perasaan saya dalam menangkap fenomena sosial. Selanjutnya, otak akan mencerna itu apakah menjadi sesuatu yang perlu disentuh dengan nurani atau sebaliknya. Aksi terakhir dari kinerja otak adalah menerjemahkannya dalam kegiatan yang mampu memperlakukan manusia seperti manusia. “Orang sukses adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain”, kalimat itu yang selalu saya pegang dalam menjalani hidup ini. Mengapa?


Manusia, pada dasarnya adalah makhluk sosial. Ia membutuhkan orang lain dalam berbagai aktifitasnya sehari-hari. Adapun di masa-masa tertentu, manusia dapat bekerja sendiri. Namun, saya beranggapan itu pun merupakan dampak tidak langsung dari interaksi antara sesama manusia sebelumnya. Sehingga memang tidak dipungkiri kewajiban untuk menolong sesama. Tuhan menciptakan segala sesuatunya berpasangan, begitu pula manusia dan kehidupannya. Terdapat dua golongan manusia, manusia yang beruntung dan manusia yang belum beruntung. Manusia yang beruntung bisa memiliki kelebihan tertentu, umumnya dapat dilihat secara fisik. Sementara itu, manusia yang belum beruntung lebih terlihat memiliki kekurangan. Di sinilah mereka saling mengisi, antara yang beruntung dan yang belum beruntung. Ibarat kunci dan anak gembok yang saling melengkapi satu sama lain. Saya mencoba untuk memberikan sebagian keberuntungan yang dimiliki kepada orang lain meskipun saya merasa bukan orang yang selalu beruntung. Kehidupan kampus membuat saya menjadi individu yang senang berbagi. Banyak kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan oleh almamater tercinta, Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat saya menemukan harta untuk berbagi dengan sesama. 

Cerita kemanusiaan saya berawal dari kunjungan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2008. Hadiah yang mampu mengubah pandangan saya sebagai individu muda yang masih labil. Kala itu, saya memutuskan untuk ikut bersama teman menjadi panitia acara tahunan Seminar Anti Narkoba sebagai tim Dana Usaha. Tugasnya adalah menghimpun dana kegiatan dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Bisa dibilang acara tersebut terselenggara dengan lancar dan sukses sehingga tersedia hadiah bagi panitia yang terlibat. Kami pun diberikan kesempatan untuk berkunjung ke BNN yang lokasinya dekat dengan Kampus IPB Darmaga (Lokasi BNN di Lido, Sukabumi). 

Sesampai di sana rombongan kami langsung dihadapkan dengan para mantan pecandu yang sedang mendapatkan rehabilitasi di BNN. Ada 1 orang mantan pecandu yang terinfeksi HIV dari 4 orang yang dihadirkan. Darinya, kisah pahit terurai. Kisah yang bagi saya sangat disayangkan terjadi pada gadis sebelia dia, AL (20). Di balik penampilan lugunya, ternyata banyak masalah yang menekan jiwanya hingga harus memakai produk haram itu dan akhirnya mengizinkan virus HIV menggerogoti tubuhnya. 

Awalnya saat rombongan kami mengetahui AL menderita HIV, ada perasaan khawatir yang tiba-tiba menyusup dan menjalari tubuh kami. Alih-alih menjauh karena takut tertular, kami semakin larut dalam cerita AL dan berempati akan penyakitnya. Setelah petugas BNN menjelaskan risiko tertular HIV melalui berbagai cara berikut dengan mitos HIV, akhirnya kami paham tidak ada penularan melalui udara dan sentuhan. Rasa canggung yang semula mengendalikan kami (dan AL juga) saat berkomunikasi dengan AL, hilang seketika. 

Badan Narkotika Nasional merupakan pusat rehabilitasi para pecandu narkoba yang rentan terhadap penyakit infeksi sehingga dalam perjalanannya BNN, begitu singkatannya, bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dalam mengatasi masalah HIV/AIDS para mantan pecandu narkoba. Kasus HIV/AIDS sering dikorelasikan dengan narkoba, apalagi bagi mereka yang menggunakan jarum suntuk narkoba. Di Indonesia, kasus HIV/AIDS yang disebabkan karena penggunaan jarum suntik narkoba pada periode 2003-2006 dilaporkan meningkat menjadi 26.26%. 

Mengutip dari data Kementrian Kesehatan, jumlah pengguna obat-obat terlarang di Indonesia terus meningkat terutama di kalangan remaja dan kelompok dewasa muda. Walaupun sebagian besar dari sekitar 1.3 – 2 juta pengguna NAPZA tidak menggunakan heroin atau suntikan, namun sebagian kecil melakukannya. Menurut estimasi Kemenkes pada tahun 2006 terdapat antara 191.000 sampai 248.000 penasun (pengguna napza suntikan) di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjuk kepada angka 508.000 pada tahun yang sama. Penasun masih terkonsentrasi di daerah perkotaan di Jawa dan kota-kota provinsi di luar Jawa. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena penularan HIV di subpopulasi ini tinggi dan terus meningkat. Masalah menjadi semakin sulit sebelumnya karena ketidakpedulian akan bahaya tertular seperti ditunjukkan hasil survei perilaku tahun 2002 sekitar dua per tiga penasun yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki risiko terinfeksi juga menyatakan bahwa mereka telah menggunakan peralatan secara bersama-sama dalam minggu pada survei yang sama. 

Tak terasa jarum pendek dan panjang di jam tangan saya telah berhimpit menunjukkan jam 12.00 WIB. Tanda berakhirnya diskusi kami dengan para pecandu narkoba. Petugas keamanan BNN menggiring para pecandu tersebut kembali ke dalam ruangan. Kami pun beranjak keluar menuju tempat ibadah yang berada tak jauh dari ruang diskusi. Selama beribadah, tak henti-hentinya bibir ini berucap syukur atas kehidupan indah yang dimiliki. Seraya berujar untuk mengabdikan diri dalam memberikan kebaikan kepada orang-orang yang memerlukan uluran tangan. Sejak saat itu saya berazam akan siap sedia berbagi tanpa mempertimbangkan stigma dan diskriminasi. Saya pun aktif di berbagai kegiatan sosial bersama teman-teman yang memang peduli dan memiliki misi kemanusiaan seperti saya. Mulai dari menjadi mentor relawan bagi anak autis sampai tidak pernah absen mendonorkan darah untuk para pasien yang membutuhkannya. 

Mengapa saya melakukan ini??

Karena saya adalah bagian dari mereka, harapan mereka, dan titipan Tuhan untuk mereka. Inilah saya yang ingin bermanfaat bagi orang lain. Ibarat di mana ada kegiatan sosial di sana lah saya berada. 

Jadi bagi kamu yang memang merasa masih memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan ingin berbagi kepada sesama, ayo mulai dari sekarang! Karena penundaan akan menjadi sesuatu yang sia-sia di kemudian hari. Mulai dari mencari info kegiatan sosial dan perbanyak tanya ke sana ke mari akan mempermudah kamu menyalurkan jiwa sosialmu kepada sesama. So, Let’s we action together!

Domisili: Bogor-Jawa Barat