Selasa, 19 Juli 2011

Angkak: Si Merah Kaya Manfaat dari Cina


Cukup sekali saja, pertama dan untuk yang terakhir kalinya saya dirawat di rumah sakit. Demam berdarah yang saya derita pada waktu itu mengahruskan saya beberapa hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

Alhamdulillah, saya Cuma 5 hari berada di rumah sakit. Minuman berwarna merah yang dibawakan oleh tante saya, menjadikan penyakit demam berdarah pergi jauh dari saya. Pagi dan sore hari saya konsumsi minuman berwarna seperti darah itu. Tante saya bilang kalau minum secara teratur pagi dan sore Insya Alloh akan cepat naik trombositnya. 

Apa sih minuman yang berwarna merah seperti darah itu??

ANGKAK. Ya, minuman tersebut merupakan sari angkak yang diberi tambahan sedikit gula. Rasanya sedikit asam dan meninggalkan rasa pahit setelah menelannya. Angkak dikenal sebagai bahan pangan produksi Cina.
Selama ini angkak dikenal sebagai bahan pewarna pada makanan. Selain itu angkak juga dikenal sebagai bahan tambahan makanan untuk penyedap rasa dan pengawet. Penggunaan angkak di Indonesia sendiri masih terbilang jarang karena belum banyak dikenal oleh masyarakat. 


Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa manfaat angkak. Selain sebagai obat untuk penderita demamberdarah, angka juga dapat dimanfaatkan sebagai penurun kolesterol. Berikut ini akan disajikan uraian tentang apa itu angkak, manfaatnya bagi kesehatan, dan produk angkak yang terdapat di pasaran.

Pengertian Angkak
Pertama kali angkak dikenal oleh masyarakat Cina sebagai hung-chu atau hong-qu. Angkak merupakan yang sejenis dengan pangan tape atau tempe di Indonesia. Masyarakat Cina memenfaatkan angkak senagai bahan tambahan makanan maupun minuman sebagai bahan pengobatan tradisional. 

Amgkak berasal dari hasil fermentasi beras dengan menggunakan kapang merah. Nama lain dari angkak adalah Monascus Powder karena terkait dengan genus kapang yang paling umum digunakan yaitu kapang Monascus spp. Sedangkan powder  merujuk pada produk angkak yang berada di pasaran. 

Terdapat dua spesies kapang Monascus yang umum dipakai pada proses fermentasi untuk menghasilkan angkak, yaitu Monascus purpureus dan Monascus ruber. Sementara beras yang digunakan sebagai bahan baku adalah beras putih berkualitas baik. 

Manfaat Angkak
1.    Sebagai bahan tambahan dalam proses pembuatan minuman
Angkak digunakan sebagai pembuatan rice wine dari Cina dan sake dari Jepang (Okinawa). Mulanya di Okinawa terkenal dengan sake namun kini terkenal dengan benikoji. Slah satu produk tradisional Jepang yang sangat populer adalah ki-koji  atau yellow yeast rice. Ki-koji merupakan produk tradisional hasil fermentasi yang tidak bisa dipisahkan dari budaya kuliner Jepang. Ki-koji biasa digunakan secara luas sebagai bumbu atau penambah aroma dalam sake, kecap, miso (fermentasi pasta kedelai yang merupakan bahan utama pembuatan sup), cuka, mirin (sejenis sake dengan rasa manis), dan produk makanan tradisonallainnya. Selain ki-koji, produk angkak lainnya yaitu kuro-koji (black yeast rice). Biasanya digunakan pada pembuatan minuman tradisional lainnya, yaitu shocu dan awamori.

2.    Sebagai bahan tambahan dalam proses pembuatan makanan
Cina memanfaatkan angkak sebagai bahan tambahan dalam pengolahan ikan dan daging. Angkak di sini berfungsi sebagai pewarna, pembangkit rasa, dan pengawet. Angkak juga sedang dikaji di Jerman sebagai pengganti nitrit atau nitrat yang umum digunakan pada proses kuring. Kuring merupakan proses pengawetan daging yang berfungsi sebagai pewarna merah pada daging. 


3.    Sebagai bahan terapi kesehatan
Masyarakat Cina kuno telah memanfaatkan angkak sebagai obat herbal dan nutraceutika, Ben Cao Gang Mu, yang dijadikan rujukan pada Dinasti Ming (1368-1644). Angkak memiliki efek terapi untuk sirkulasi darah, memperkuat organ dalam, dan sebagai stimulan pencernaan.
Prof. Akira Endo mengungkapkan bahwa salah satu metabolit sekunder yang terbentuk selama proses fermentasi angkak, yaitu senyawa monakolin K, memiliki kesamaan struktur dan fungsi dengan lovastatin. Lovastatin merupakan obat anti kolesterol yang diresepkan dokter.
Penggunaan angkak sebagai penurun kolesterol dirasakan aman dan murah sebab bahan bakunya sendiri berasal dari beras yang difermentasi oleh kapang baik. Dibandingkan dengan obat penurun kolesterol yang diproduksi oleh pabrik-pabrik obat di negara maju sehingga harganya sangat mahal, angkak memiliki keunggulan yaitu harganya murah dan mudah diperoleh.
Banyak pasien demam berdarah di Indonesia memanfatkan angkak sebagai obat. Berdasarkan hasil penelitian Nurhidayat, pemberian angkak isolat Monascus purpureus  JmbA pada tikus Wistar putih di labolatorium ternyata mengindikasikan adanya peningkatan trombosit. Trombosit tikue percobaan meningkat mencapai 67% setelah pemberian angkak 0.1 gram/ekor/hari selama 1 minggu. Pemberian angkan dalam jumlah 1/10 dari dosis tersebut pun dapat meningkatkan jumlah trombosit hingga setengahnya
Kandungan monakolin K yang mempunyai kesamaan dengan lovastatin akan mengoksidasi LDL. LDL kemudian bersinergis dengan protein perangsang kinetika monosit dan megakariosit (monocyte and megacaryocyte chemotactic protein-1) merangsang regenerasi serta pengumpulan monosit dan megakariosit untuk bermigrasi ke ruang endotelium. Monosit dan megakariosit di dalam endotelium akan berubah menjadi makrofag dan trombosit aktif. Kedua produk inilah yang kemudian menghadapi virus DBD untuk mengeliminasinya.
Lovastatin juga dapat menyumbangkan ubiquinone dan hemeA yang penting dalam peningkatan energi sel dan perbaikan sel-sel darah merah. Kedua hal ini sangat penting dalam mendukung proses penyembuhan penyakit DBD. Meskipun hubungan antara konsumsi angkak dengan pembentukan trombosit belum terungkap jelas secara ilmiah, tetapi bukti-bukti empiris yang ada di masyarakat telah membuktikan pengarug angkak. Selain itu, terkadang beberapa dokter juga menyarankan untuk konsumsi angkak, khususnya pada tahap penyembuhan.

Referensi
Tisnadjaja D. 2006. Bebas Kolesterol dan Demam Berdarah dengan Angkak. Jakarta: Penebar Swadaya.

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Sumi.. kira-kira apa efek sampingnya klo sering/ 2-3kali dalam seminggu mengkonsumsi sari angkak dalam kondisi badan sehat? karna sya sering bagadang, mengkonsumsi telor setengah matang untuk menyegarkan fisik saya, mungkin angkak bisa jadi pilihan alternatif untuk minuman kesehatan..

      terima kasih,
      irman

      Hapus
    2. Terima kasih ya buat mas Irma atas pertanyaannya. Masih sering begadang sampe sekarang mas?msh suka konsumsi telur setengah matang juga?

      Klo untuk dampak konsumsi telur setengah matang, sudah pernah saya posting di tulisan sebelumnya. Mengkonsumsi angkak sebagai pengganti telur setengah matang bisa jadi alternatifnya. Coba dengan membiasakan mengkonsumsi angkak. Tdk hrs langsung mengganti total telur setengah matang ke angkak, pelan2 dulu aja. Biar tubuh mas Irman bs beradaptasi dg perubahan konsumsi.

      Karena angkak merupakan produk alami jadi penggunaanya rendah akan efek samping. Tapi jg hrs diingat bahwa segala sesuatu yg brlbhn tdk baik. Maks.konsumsi angkak 2 gls sedang (belimbing)/hr.

      Semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

      Hapus

Tinggalkan komentar ya di sini, terima kasih.